Book Review

All posts in the Book Review category

Book Review – Flambé (Club Cemilan)

Published January 21, 2015 by thejewelholic

Sinopsis:

Ini adalah kisah tentang perempuan dalam merayakan pahit-manis hidup dan cinta yang selalu berkobar-kobar seperti api dalam hidangan ala Flambé.

Langit adalah single mom dengan seorang anak perempuan. Setelah bercerai, ia menjalin hubungan dengan Frey lalu bersama-sama mereka membuka Kafe Kuali. Namun, kenyamanan hidup ternyata membuat Langit berpaling pada perempuan lain. Akankah hubungannya dengan Frey yang sudah terjalin selama delapan tahun bubar begitu saja?

Ola adalah mahasiswi yang menyambi sebagai penari. Selain itu, ia membantu ibunya membuat kue yang dititipkannya di Kafe Kuali. Kesibukannya mengurus keluarga dan kuliah membuat Ola tak pernah menyangka bakal jatuh cinta pada Crissy, teman kuliahnya. Akan tetapi, Ola memilih memendam perasaannya daripada ketahuan naksir gadis itu.

Sementara itu, Seana perempuan cantik yang sukses berkarier sebagai broker properti dihadapkan pada keharusan untuk menikah. Padahal selama setahun belakangan dia menjalin hubungan dengan Gina. Satu-satunya cara bagi Seana untuk menolak perjodohan adalah dengan coming out. Tapi mampukah dia melakukannya? Para perempuan ini berinteraksi di Kafe Kuali. Seperti kuali yang menampung semua serpihan-serpihan masakan, di sanalah semua keluh kesah tentang kehidupan saling dibagi.

tumblr_inline_nbxbkfI16x1qb7t48

The Review:

Seperti yang bisa dilihat dari sinopsisnya, Flambe bercerita tentang kehidupan tiga pasangan lesbian. Langit-Frey, Ola-Crissy dan Seana-Gina, masing-masing memiliki kisahnya sendiri yang membuat sang penulis memilih untuk menceritakan segala hal yang dialami dan dirasakan oleh semua tokoh utama tersebut. Menurut saya, penulis terlalu banyak menceritakan detail kejadian dan suasana hati setiap tokohnya. Belum lagi pada bab pertama pembaca disuguhkan tokoh lain bernama Verna yang memiliki kisah sendiri yang porsinya hampir setara dengan ketiga pasang tokoh utama. Hal ini menyebabkan fokus cerita menjadi agak kabur. Walaupun ini dilakukan penulis mungkin agar pembaca tidak kehilangan arah cerita dan juga untuk membangun feel.  Namun, terlepas dari hal tersebut Flambe adalah sebuah novel yang memiliki daya pikatnya sendiri. Tema homoseksual, dalam hal ini lesbian, belum banyak diangkat menjadi cerita utama oleh para penulis tanah air. Tema yang sangat sensitive ini bisa dituangkan dengan baik oleh sang penulis. Alur ceritanya mudah dipahami dan gaya bahasanya juga sangat mudah dimengerti. Walaupun masuk kedalam genre novel dewasa dan bertemakan homoseksual, Flembe bisa dikatakan sangat ringan.

Lesbian bukanlah sebuah penyakit dan perbedaan orientasi seksual bukanlah sebuah penghalang bagi masyarakat untuk bersosialisasi. Saling menghargai perbedaan, mungkin hal ini yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca.

Tak akan ada yang bisa menyakitimu kecuali kamu mengizinkannya, Ola!  – Ola, Flambe, hlm. 197

Setiap orang punya kisah cintanya masing-masing, bahkan para homoseksual.

Judul               : Flambé

Penulis            : Club Cemilan

Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama

Terbit               : Cetakan pertama, 2014

Ukuran             : 13.5 x 20 cm

Tebal               : 304 halaman

Harga               : Rp. 60.000,-

Rate                 : 3,5/5

Advertisements

Book Review – The Cuckoo’s Calling (Cormoran Strike #1)

Published November 18, 2014 by thejewelholic

The Cuckoo’s Calling karya Robert Galbraith atau dalam versi bahasa Indonesianya berjudul ‘Dekut Burung Kukuk’. Sebenernya udah lama gw baca novel ini, tapi baru sekarang pengen nulis reviewnya. So, here we go.

Summary/Sinopsis

Seorang detektif swasta bernama Cormoran Strike disewa oleh John Bristow, kakak angkat dari supermodel ternama Lula Landry. Bristow ingin Strike menyelidiki kasus bunuh diri adiknya. Charlie, saudara Bristow lainnya adalah teman sekolah Strike. Ia tewas setelah terjatuh ke dalam tambang saat mengendarai sepedanya. Strike juga bertemu dengan Robin, sekretaris sementara yang ditunjuk untuk membantu Strike, meskipun ia tidak menginginkannya. Sementara itu, hidup Strike sendiri sedang kisruh. Kasus ini memberinya kelonggaran dalam hal keuangan, tapi menuntut imbalan pribadi yang mahal: semakin jauh dia terbenam dalam kasus ini, semakin kelam kenyataan yang ditemuinya, dan semakin besar bahaya yang mengancam nyawanya.

re_buku_picture_87378

The Review

Pertama dari segi penokohan bagi gw tokoh utamanya yaitu Cormoran Strike kurang orisinil. Entah kenapa gw ngerasa penulisnya menggabungkan antara detektifnya Agatha Chistie (Hercule poirot) dan detektifnya Sir Arthur Conan Doyle (Sherlock Holmes). Ada saat-saat dimana gw ngerasa ‘ok, gw kayak lagi baca novelnya Agatha’ soalnya cara Cormoran menyelidiki kasus kurang lebih mirip sama Hercule Poirot atau ‘Ini berasa kayak lagi baca Sherlock’ karena Cormoran dan Sherlock sama-sama punya asisten yang bagi gw sifatnya mirip Cuma beda gender. Tapi tentu aja mungkin cuma gw sendiri yang ngerasa kayak gini dan sekali lagi gw bilang ini terjadi karena penokohannya. But I like Mr.Strike (as long as he didn’t fall in love with his assistant, Robin. Yup, I don’t like office affair).

Kedua dari segi cerita (lagi-lagi cuma) menurut gw kurang mengejutkan untuk sebuah novel fiksi kriminal. Gw bisa dengan mudah menebak siapa pembunuh sebenarnya. Tetapi dari dua kekurangan itu bukan berarti novel ini tidak menarik. Novel ini berhasil menghibur gw. Soal alur bercerita dan gaya bahasa (versi terjemahan bahasa Indonesia) sangat mudah dimengerti dan gak rumit jadi enak untuk dibaca karena ringan.  Its fun to read dan mengingat sang penulis adalah juga penulis Harry Potter, well, J.K Rowling berhasil debut dengan genre baru. Efek yang paling penting dari buku ini buat gw adalah gw jadi pengen baca series Cormoran Strike yang kedua (The Silkworm) dan pengen ngelanjutin baca The Casual Vacancy yang baru 4 bab gw baca.

Happy reading 🙂

Book Review – Misguided Angel (Blue Blood The Series)

Published November 13, 2014 by thejewelholic

Selesai sudah baca novel ke-5 Blue Blood The Series “Misguided Angel”. So, it’s time to write down the review. Seperti yang udah pernah gw tulis di review sebelumnya, novel ini belum terbit di Indonesia jadi Summary-nya bakal berbahasa Inggris karena gw ambil dari cover belakang novel asli yang terbit di Amerika.

Summary (From The book jacket)

After inheriting the dark Van Alen Legacy, Schuyler fled to Florence with her forbidden love, Jack. Now the two of them must embark on the mission Schuyler was destined to complete: to find and protect the five remaining gates that guard the earth from Lucifer, lord of the Silver Bloods.

Back in New York, Mimi has been elected Regent of a crumbling coven. Struggling with her heartache over the loss of Kingsley and with her overwhelming desire to destroy Jack, she must focus all of her energy on a perilous new threat. Vampires are being abducted and their captors are planning to burn them alive online…for all the world to see. Help arrives in the form of Deming Chen, a Venator from Shanghai, who must untangle the web of deceptions before the killers strike again.

As the young vampires struggle for the survival of the coven, they uncover a deadly secret, a truth first discovered by Schuyler’s mother during the Renaissance but kept buried for centuries. And as the Blue Blood enclave weakens yet further, fate leads Schuyler to a terrible choice that will ultimately map the destiny of her heart.

misguided angel

The Review (Spoiler Alert)

Susah banget buat nge-review novel ke-5 ini tanpa spoiler abis-abisan. Dari segi perkembangan cerita ada bagian-bagian yang gw suka banget dan ada bagian-bagian yang gw benci banget. Yup, I have love-hate relationship with this book. Gw adalah tipe pembaca yang hampir selalu kena syndrome second man or second girl, jadi gw bener-bener bukan fan-nya Schuyler “Sky” Van Alen (The Half-Blood Vampire). Masalahnya disini (masalah buat gw sendiri lebih tepatnya),bagian awal buku ini diceritakan dari sudut pandang Sky dan menurut gw bagian ini amat sangat membosankan (belum lagi ditambah Sky dan Jack (Benjamin “Jack” Force; Abbadon, Angel of Destruction, Twin Angel of the Apocalypse, the Unlikely, Destroyer of Worlds; Blue Blood) yang punya panggilan sayang yang sukses bikin gw mual). Sudut pandang Sky disini berlatar belakang Florence. Menurut gw cerita Sky dan Jack ini rada gak penting, yang perlu di perhatiin sama pembaca hanya bagian Flashback ke jaman Renaissance yang ada diantara setiap bab.

Masuk ke bagian novel yang gw suka. My favorite character was Kingsley Martin and Mimi (Madeleine “Mimi” Force; Azrael; Angel of Death; Twin Angel of the Apocalypse; Blue Blood). So, disini sebenarnya cerita utamanya gak terlalu banyak berkembang. Penulis, Melissa De La Cruz, lebih mengedepankan hubungan yang mulai terjalin antara Mimi dan Oliver (Sky’s Human Familiar; Red Blood).

Kelemahan lain dari novel ke-5 ini adalah makin sedikitnya action yang disuguhkan, munculnya karakter baru “Deming Chen a Venator from Shanghai” yang (bisa dibilang) punya porsi setara dengan tokoh utama dan Bliss yang secara mengejutkan tidak disebut sama sekali di novel ini (gw pikir dia salah satu Main Role di series ini?!).

Jadi, kalau dibanding sama novel yang ke-4 (The Van Alen Legacy), novel ke-5 ini lebih sedikit action. No War. I wish for Lucifer more appearance. Masalah masih tetap ada, tapi tidak terlalu menegangkan. Seolah-olah penulisnya balik lagi ke periode awal novel pertama, build the story again.

PS: for all Kingsley and Mimi shipper out there, we still have a hope ^_^

Book Review – The Van Alen Legacy (Blue Blood The Series)

Published November 11, 2014 by thejewelholic

Akhirnya gw memutuskan untuk nulis review dari novel ke 4 Blue Blood The Series yaitu “The Van Alen Legacy”. Seperti biasa, karena buku ini belum terbit di Indonesia jadi summary-nya berbahasa Inggris karena gw ambil dari buku aslinya yang terbit di Amerika.

Summary (from the book jacket)

With the stunning revelation surrounding Bliss’s true identity comes the growing threat of the sinister Silver Bloods. Once left to live the glamorous life in New York City, the Blue Bloods now find themselves in an epic battle for survival. Not to worry, love is still in the air for the young vampires of the Upper East Side. Or is it? Jack and Schuyler are over. Oliver’s brokenhearted. And only the cunning Mimi seems to be happily engaged.

 van-alen-legacy-the-a-blue-bloods-novel

The Review (Spoiler Alert)

Menurut gw buku ke 4 bisa di bagi jadi 2 bagian. Setengah pertama buku ini adalah bagian dimana sang penulis ingin menjabarkan apa yang sedang terjadi dan kenapa hal itu terjadi. Sudut pandang yang di ambil berbeda disetiap bab-nya. Sudut pandang Sky (Schuyler “Sky” Van Alen; The Half-Blood Vampire), Mimi (Madeleine “Mimi” Force; Azrael, Angel of Death, Twin Angel of the Apocalypse) dan Bliss (Karena gw udah baca bukunya jadi gw bisa bilang siapa dan apa sebenarnya Bliss, tapi mengingat buku ini belum terbit di Indonesia jadi gw gak mau terlalu spoiler) juga menyebabkan perbedaan latar belakang tempat di awal novel ini. Sudut pandang Sky akan membawa pembaca ke Paris. Sudut pandang Mimi akan mengarahkan pembaca ke Rio de janeiro dan Sudut pandang Bliss berada di Hamptons (Amerika). Sang penulis, Melissa De La Cruz, menjabarkan ceritanya dengan ringan, santai dan menarik. Walau pun latar belakang tempatnya berbeda-beda tapi pembaca tidak akan kesulitan dan Melissa tidak dengan berlebihan menjelaskan detail tempatnya. So, bisa dibilang penjabaran latar belakang tempatnya pas dan tidak membosankan.

Bagian kedua buku ini menurut gw dimulai saat semua tokoh udah kembali ke New York. Disini romance mulai terasa. Pelan-pelan pelangi dan bunga-bunga mulai bermunculan disana-sini (atau cuma gw aja yang ngerasa kaya gini?!). Bagi para shipper-nya Sky dan Jack (Benjamin “Jack” Force; Abbadon, Angel of Destruction, Twin Angel of the Apocalypse, the Unlikely, Destroyer of Worlds) boleh merasa tegang disini, karena Sky berjanji tidak akan meninggalkan Oliver (Oliver Hazard-Perry; Red Blood; Sky’s Human Familiar) dan upacara bonding Jack dan Mimi akan dimulai. Bagi para shipper-nya Mimi dan Kingsley (gw tunjuk tangan) boleh banget ngerasa geregetan (rasanya gw pengen bikin fanfiction tentang Mimi dan Kingsley yang kawin lari.LOL). Buat para shipper-nya Bliss dan Dylan, well, kalian akan bisa melihat betapa mereka mencintai dan membutuhkan satu sama lain.

Hal yang paling gw suka di buku ke 4 ini adalah cara bercerita penulisnya yang gak ribet. Ceritanya mengalir dengan ‘enak’. Hal positif lainnya adalah penokohan. Tokoh utama dari Blue Blood the series adalah Sky dan Jack, tapi Mellissa sebagai penulis bisa membuat pembaca (gw maksudnya disini) simpati sama tokoh yang lain (atau sindrom second man n second girl gw kambuh lagi).Tidak seperti novel ‘one shot’ yang klimaksnya ada ditengah, novel series punya klimaks di akhir. Diantara novel 1-4, novel ini yang paling emosional buat gw (ok, ini opini personal karena gw cinta banget sama salah satu tokohnya). Dibandingkan novel ke 3, novel ke 4 ini punya lebih sedikit action dan suspense, dan menurut gw inilah kelemahannya. Maunya gw sih porsi Lucifer (the Prince of Heaven; The Morningstar) agak dilebihin sedikit biar makin berasa serunya. Tapi tenang, Lucifer, Leviathan dan para pengikutnya yang lain tetap muncul kok, secara mereka musuh utamanya.

Novel fiksi fantasi gak lengkap kalo gak ada kejutan. Kalau dinovel ke 3 Dylan yang punya peran cukup penting, kali ini Kingsley yang pegang kunci rahasia. Sepanjang novel 1-3 Mellisa terus memotret Kingsley sebagai ‘polisi’-nya para vampire, sebenarnya di novel ke 4 ini Kingsley juga masih disibukkan dengan urusan selidik menyelidiki tapi seiring berkembangnya cerita, pembaca akan menemukan yang lain dari seorang Kingsley. Satu hal lagi, kalau selama ini pembaca selalu berkutat dengan Blue Blood, Silver Blood dan Red Blood, kali ini pembaca akan disuguhkan seorang The watcher.

So, If you have the book then I can say ‘Happy reading’. If you don’t have it, you can always search the ebook on the internet ~^^

PS: Allegra Van Alen (Gabrielle, The Uncorrupted, the Virtuous, the Messenger, Archangel of the Light) will have a comeback here ^_^

Book Review – Revelations

Published October 18, 2012 by thejewelholic

First note : Novel ini belom terbit di Indonesia dan karena gw bacanya versi asli yang berbahasa Inggris jadi ‘Summary’ yang bakal gw tulis di sini juga hasil copy-paste dari bukunya yang berbahasa Inggris (tapi review-nya tetep pake bahasa Indonesia^^), ok?! ^_^ So, here we go….

Summary (from the book jacket)

Have you ever wondered what secrets lurk behind the closed doors of New York City’s wealthiest families? They’re powerful, they’re famous… they’re undead.

Schuyler Van Alen’s blood legacy has just been called into question—is the young vampire in fact a Blue Blood, or is it the sinister Silver Blood that runs through her veins? As controversy swirls, Schuyler is left stranded in the Force household, trapped under the same roof as her cunning nemesis, Mimi Force, and her forbidden crush, Jack Force.

When one of the Gates of Hell is breached by Silver Bloods in Rio de Janeiro, however, the Blue Bloods will need Schuyler on their side. The stakes are high; the battle is bloody; and through it all, Carnavale rages on. And in the end, one vampire s secret identity will be exposed in a revelation that shocks everyone.

Read the rest of this entry →

Book Review – Wake ‘Terjaga’

Published December 14, 2011 by thejewelholic

Summary (from the book jacket)

Janie, gadis berusia tujuh belas tahun, sudah biasa tersedot ke mimpi orang lain. Terutama mimpi tentang jatuh, telanjang, dan seks. Ia tidak bisa memberitahu siapa-siapa tentang “kelebihannya” ini—takkan ada yang percaya. Mereka bisa-bisa malah mengira ia gila. Lalu ia terjatuh ke dalam mimpi buruk mengerikan, mimpi yang membuatnya ketakutan sampai ke tulang sumsum. Untuk pertama kalinya, Janie bukan lagi sekadar saksi. Kali ini ia terlibat….

The Review

Wake ‘Terjaga’ adalah sebuat Trilogi fantasi karangan Lisa McMann. Sebagai buku yang bertemakan Fantasi, buat gw buku ini cukup OK,,,ringan dan menghibur. Karena gw belom pernah baca cerita fantasi tentang “Sang Penangkap Mimpi” jadi gw penasaran buat ngebaca novel ini, dan ternyata tidak mengecewakan. Selain menceritakan petualangan si pemeran utama di dalam mimpi-mimpi banyak orang, sebagai novel remaja, pastinya novel ini juga memasukkan bumbu-bumbu cinta dan persahabatan bahkan keluarga. Jadi lengkap deh komposisi ceritanya. So, Mari membaca. 🙂 tunggu review buku kedua dan ketiganya yaaaa 😀

Book Review – Masquerade “Topeng Kematian” (BLUE BLOOD THE SERIES #2)

Published December 14, 2011 by thejewelholic

Summary (from the book jacket)

Schuyler Van Alen masih merasa butuh penjelasan tentang kematian misterius para vampir muda. Dibantu sahabatnya, gadis itu melakukan peralanan ke Italia, menemukan satu-satunya orang yang bisa membantu mereka : kakeknya.

Sementara itu, di New York, orang-orang terlihat agak terburu-buru mempersiapkan pesta dansa elite yang dihadiri para undangan kaya raya, berpengaruh dan tidak ‘manusiawi’…Ini benar-benar acara para Darah Biru!

Namun, para undangan itu tak menyadari, bahaya justru menanti saat after-party yang diadakan oleh Mimi Force – Anak paling populer di Duchesne. Pesta dansa bertopeng itu tak hanya menyembunyikan wajah, tetapi uga sebuah rencana mematikan. Schuyler harus waspada dengan bahaya dibalik punggungnya…karena niat jahat itu benar-benar menginginkan kehancurannya!

The Review

Masquerade adalah buku kedua dari Melissa De La Cruz dalam rangkaian Blue Bloods the series-nya. Dalam buku ini Melissa menggambarkan mitologi yang menarik dan complex dari seorang vampir. Digambarkan bahwa vampir adalah para malaikat yang jatuh dari langit/surga dan mencoba melakukan hal-hal baik di bumi agar dapat kembali ke tempatnya semula. Namun tidak semua vampir melakukan hal yang sama. Di antara mereka ada beberapa yang menjadi Darah Perak. Mereka adalah para vampir yang hidup dengan meminum darah para vampir lainnya dengan tujuan untuk menambah kekuatan.

Buat gw ini cerita vampir ter-ok 🙂 mengutip kalimatnya pecinta Blue Bloods the series yang lain “Masquerade is something of a guilty pleasure. This story is just so enjoyabel” . So boys and girls, happy reading 🙂