Archives

All posts for the month November, 2014

Book Review – The Cuckoo’s Calling (Cormoran Strike #1)

Published November 18, 2014 by thejewelholic

The Cuckoo’s Calling karya Robert Galbraith atau dalam versi bahasa Indonesianya berjudul ‘Dekut Burung Kukuk’. Sebenernya udah lama gw baca novel ini, tapi baru sekarang pengen nulis reviewnya. So, here we go.

Summary/Sinopsis

Seorang detektif swasta bernama Cormoran Strike disewa oleh John Bristow, kakak angkat dari supermodel ternama Lula Landry. Bristow ingin Strike menyelidiki kasus bunuh diri adiknya. Charlie, saudara Bristow lainnya adalah teman sekolah Strike. Ia tewas setelah terjatuh ke dalam tambang saat mengendarai sepedanya. Strike juga bertemu dengan Robin, sekretaris sementara yang ditunjuk untuk membantu Strike, meskipun ia tidak menginginkannya. Sementara itu, hidup Strike sendiri sedang kisruh. Kasus ini memberinya kelonggaran dalam hal keuangan, tapi menuntut imbalan pribadi yang mahal: semakin jauh dia terbenam dalam kasus ini, semakin kelam kenyataan yang ditemuinya, dan semakin besar bahaya yang mengancam nyawanya.

re_buku_picture_87378

The Review

Pertama dari segi penokohan bagi gw tokoh utamanya yaitu Cormoran Strike kurang orisinil. Entah kenapa gw ngerasa penulisnya menggabungkan antara detektifnya Agatha Chistie (Hercule poirot) dan detektifnya Sir Arthur Conan Doyle (Sherlock Holmes). Ada saat-saat dimana gw ngerasa ‘ok, gw kayak lagi baca novelnya Agatha’ soalnya cara Cormoran menyelidiki kasus kurang lebih mirip sama Hercule Poirot atau ‘Ini berasa kayak lagi baca Sherlock’ karena Cormoran dan Sherlock sama-sama punya asisten yang bagi gw sifatnya mirip Cuma beda gender. Tapi tentu aja mungkin cuma gw sendiri yang ngerasa kayak gini dan sekali lagi gw bilang ini terjadi karena penokohannya. But I like Mr.Strike (as long as he didn’t fall in love with his assistant, Robin. Yup, I don’t like office affair).

Kedua dari segi cerita (lagi-lagi cuma) menurut gw kurang mengejutkan untuk sebuah novel fiksi kriminal. Gw bisa dengan mudah menebak siapa pembunuh sebenarnya. Tetapi dari dua kekurangan itu bukan berarti novel ini tidak menarik. Novel ini berhasil menghibur gw. Soal alur bercerita dan gaya bahasa (versi terjemahan bahasa Indonesia) sangat mudah dimengerti dan gak rumit jadi enak untuk dibaca karena ringan.  Its fun to read dan mengingat sang penulis adalah juga penulis Harry Potter, well, J.K Rowling berhasil debut dengan genre baru. Efek yang paling penting dari buku ini buat gw adalah gw jadi pengen baca series Cormoran Strike yang kedua (The Silkworm) dan pengen ngelanjutin baca The Casual Vacancy yang baru 4 bab gw baca.

Happy reading 🙂

Book Review – Misguided Angel (Blue Blood The Series)

Published November 13, 2014 by thejewelholic

Selesai sudah baca novel ke-5 Blue Blood The Series “Misguided Angel”. So, it’s time to write down the review. Seperti yang udah pernah gw tulis di review sebelumnya, novel ini belum terbit di Indonesia jadi Summary-nya bakal berbahasa Inggris karena gw ambil dari cover belakang novel asli yang terbit di Amerika.

Summary (From The book jacket)

After inheriting the dark Van Alen Legacy, Schuyler fled to Florence with her forbidden love, Jack. Now the two of them must embark on the mission Schuyler was destined to complete: to find and protect the five remaining gates that guard the earth from Lucifer, lord of the Silver Bloods.

Back in New York, Mimi has been elected Regent of a crumbling coven. Struggling with her heartache over the loss of Kingsley and with her overwhelming desire to destroy Jack, she must focus all of her energy on a perilous new threat. Vampires are being abducted and their captors are planning to burn them alive online…for all the world to see. Help arrives in the form of Deming Chen, a Venator from Shanghai, who must untangle the web of deceptions before the killers strike again.

As the young vampires struggle for the survival of the coven, they uncover a deadly secret, a truth first discovered by Schuyler’s mother during the Renaissance but kept buried for centuries. And as the Blue Blood enclave weakens yet further, fate leads Schuyler to a terrible choice that will ultimately map the destiny of her heart.

misguided angel

The Review (Spoiler Alert)

Susah banget buat nge-review novel ke-5 ini tanpa spoiler abis-abisan. Dari segi perkembangan cerita ada bagian-bagian yang gw suka banget dan ada bagian-bagian yang gw benci banget. Yup, I have love-hate relationship with this book. Gw adalah tipe pembaca yang hampir selalu kena syndrome second man or second girl, jadi gw bener-bener bukan fan-nya Schuyler “Sky” Van Alen (The Half-Blood Vampire). Masalahnya disini (masalah buat gw sendiri lebih tepatnya),bagian awal buku ini diceritakan dari sudut pandang Sky dan menurut gw bagian ini amat sangat membosankan (belum lagi ditambah Sky dan Jack (Benjamin “Jack” Force; Abbadon, Angel of Destruction, Twin Angel of the Apocalypse, the Unlikely, Destroyer of Worlds; Blue Blood) yang punya panggilan sayang yang sukses bikin gw mual). Sudut pandang Sky disini berlatar belakang Florence. Menurut gw cerita Sky dan Jack ini rada gak penting, yang perlu di perhatiin sama pembaca hanya bagian Flashback ke jaman Renaissance yang ada diantara setiap bab.

Masuk ke bagian novel yang gw suka. My favorite character was Kingsley Martin and Mimi (Madeleine “Mimi” Force; Azrael; Angel of Death; Twin Angel of the Apocalypse; Blue Blood). So, disini sebenarnya cerita utamanya gak terlalu banyak berkembang. Penulis, Melissa De La Cruz, lebih mengedepankan hubungan yang mulai terjalin antara Mimi dan Oliver (Sky’s Human Familiar; Red Blood).

Kelemahan lain dari novel ke-5 ini adalah makin sedikitnya action yang disuguhkan, munculnya karakter baru “Deming Chen a Venator from Shanghai” yang (bisa dibilang) punya porsi setara dengan tokoh utama dan Bliss yang secara mengejutkan tidak disebut sama sekali di novel ini (gw pikir dia salah satu Main Role di series ini?!).

Jadi, kalau dibanding sama novel yang ke-4 (The Van Alen Legacy), novel ke-5 ini lebih sedikit action. No War. I wish for Lucifer more appearance. Masalah masih tetap ada, tapi tidak terlalu menegangkan. Seolah-olah penulisnya balik lagi ke periode awal novel pertama, build the story again.

PS: for all Kingsley and Mimi shipper out there, we still have a hope ^_^

Book Review – The Van Alen Legacy (Blue Blood The Series)

Published November 11, 2014 by thejewelholic

Akhirnya gw memutuskan untuk nulis review dari novel ke 4 Blue Blood The Series yaitu “The Van Alen Legacy”. Seperti biasa, karena buku ini belum terbit di Indonesia jadi summary-nya berbahasa Inggris karena gw ambil dari buku aslinya yang terbit di Amerika.

Summary (from the book jacket)

With the stunning revelation surrounding Bliss’s true identity comes the growing threat of the sinister Silver Bloods. Once left to live the glamorous life in New York City, the Blue Bloods now find themselves in an epic battle for survival. Not to worry, love is still in the air for the young vampires of the Upper East Side. Or is it? Jack and Schuyler are over. Oliver’s brokenhearted. And only the cunning Mimi seems to be happily engaged.

 van-alen-legacy-the-a-blue-bloods-novel

The Review (Spoiler Alert)

Menurut gw buku ke 4 bisa di bagi jadi 2 bagian. Setengah pertama buku ini adalah bagian dimana sang penulis ingin menjabarkan apa yang sedang terjadi dan kenapa hal itu terjadi. Sudut pandang yang di ambil berbeda disetiap bab-nya. Sudut pandang Sky (Schuyler “Sky” Van Alen; The Half-Blood Vampire), Mimi (Madeleine “Mimi” Force; Azrael, Angel of Death, Twin Angel of the Apocalypse) dan Bliss (Karena gw udah baca bukunya jadi gw bisa bilang siapa dan apa sebenarnya Bliss, tapi mengingat buku ini belum terbit di Indonesia jadi gw gak mau terlalu spoiler) juga menyebabkan perbedaan latar belakang tempat di awal novel ini. Sudut pandang Sky akan membawa pembaca ke Paris. Sudut pandang Mimi akan mengarahkan pembaca ke Rio de janeiro dan Sudut pandang Bliss berada di Hamptons (Amerika). Sang penulis, Melissa De La Cruz, menjabarkan ceritanya dengan ringan, santai dan menarik. Walau pun latar belakang tempatnya berbeda-beda tapi pembaca tidak akan kesulitan dan Melissa tidak dengan berlebihan menjelaskan detail tempatnya. So, bisa dibilang penjabaran latar belakang tempatnya pas dan tidak membosankan.

Bagian kedua buku ini menurut gw dimulai saat semua tokoh udah kembali ke New York. Disini romance mulai terasa. Pelan-pelan pelangi dan bunga-bunga mulai bermunculan disana-sini (atau cuma gw aja yang ngerasa kaya gini?!). Bagi para shipper-nya Sky dan Jack (Benjamin “Jack” Force; Abbadon, Angel of Destruction, Twin Angel of the Apocalypse, the Unlikely, Destroyer of Worlds) boleh merasa tegang disini, karena Sky berjanji tidak akan meninggalkan Oliver (Oliver Hazard-Perry; Red Blood; Sky’s Human Familiar) dan upacara bonding Jack dan Mimi akan dimulai. Bagi para shipper-nya Mimi dan Kingsley (gw tunjuk tangan) boleh banget ngerasa geregetan (rasanya gw pengen bikin fanfiction tentang Mimi dan Kingsley yang kawin lari.LOL). Buat para shipper-nya Bliss dan Dylan, well, kalian akan bisa melihat betapa mereka mencintai dan membutuhkan satu sama lain.

Hal yang paling gw suka di buku ke 4 ini adalah cara bercerita penulisnya yang gak ribet. Ceritanya mengalir dengan ‘enak’. Hal positif lainnya adalah penokohan. Tokoh utama dari Blue Blood the series adalah Sky dan Jack, tapi Mellissa sebagai penulis bisa membuat pembaca (gw maksudnya disini) simpati sama tokoh yang lain (atau sindrom second man n second girl gw kambuh lagi).Tidak seperti novel ‘one shot’ yang klimaksnya ada ditengah, novel series punya klimaks di akhir. Diantara novel 1-4, novel ini yang paling emosional buat gw (ok, ini opini personal karena gw cinta banget sama salah satu tokohnya). Dibandingkan novel ke 3, novel ke 4 ini punya lebih sedikit action dan suspense, dan menurut gw inilah kelemahannya. Maunya gw sih porsi Lucifer (the Prince of Heaven; The Morningstar) agak dilebihin sedikit biar makin berasa serunya. Tapi tenang, Lucifer, Leviathan dan para pengikutnya yang lain tetap muncul kok, secara mereka musuh utamanya.

Novel fiksi fantasi gak lengkap kalo gak ada kejutan. Kalau dinovel ke 3 Dylan yang punya peran cukup penting, kali ini Kingsley yang pegang kunci rahasia. Sepanjang novel 1-3 Mellisa terus memotret Kingsley sebagai ‘polisi’-nya para vampire, sebenarnya di novel ke 4 ini Kingsley juga masih disibukkan dengan urusan selidik menyelidiki tapi seiring berkembangnya cerita, pembaca akan menemukan yang lain dari seorang Kingsley. Satu hal lagi, kalau selama ini pembaca selalu berkutat dengan Blue Blood, Silver Blood dan Red Blood, kali ini pembaca akan disuguhkan seorang The watcher.

So, If you have the book then I can say ‘Happy reading’. If you don’t have it, you can always search the ebook on the internet ~^^

PS: Allegra Van Alen (Gabrielle, The Uncorrupted, the Virtuous, the Messenger, Archangel of the Light) will have a comeback here ^_^