Book Review – The Van Alen Legacy (Blue Blood The Series)

Published November 11, 2014 by thejewelholic

Akhirnya gw memutuskan untuk nulis review dari novel ke 4 Blue Blood The Series yaitu “The Van Alen Legacy”. Seperti biasa, karena buku ini belum terbit di Indonesia jadi summary-nya berbahasa Inggris karena gw ambil dari buku aslinya yang terbit di Amerika.

Summary (from the book jacket)

With the stunning revelation surrounding Bliss’s true identity comes the growing threat of the sinister Silver Bloods. Once left to live the glamorous life in New York City, the Blue Bloods now find themselves in an epic battle for survival. Not to worry, love is still in the air for the young vampires of the Upper East Side. Or is it? Jack and Schuyler are over. Oliver’s brokenhearted. And only the cunning Mimi seems to be happily engaged.

 van-alen-legacy-the-a-blue-bloods-novel

The Review (Spoiler Alert)

Menurut gw buku ke 4 bisa di bagi jadi 2 bagian. Setengah pertama buku ini adalah bagian dimana sang penulis ingin menjabarkan apa yang sedang terjadi dan kenapa hal itu terjadi. Sudut pandang yang di ambil berbeda disetiap bab-nya. Sudut pandang Sky (Schuyler “Sky” Van Alen; The Half-Blood Vampire), Mimi (Madeleine “Mimi” Force; Azrael, Angel of Death, Twin Angel of the Apocalypse) dan Bliss (Karena gw udah baca bukunya jadi gw bisa bilang siapa dan apa sebenarnya Bliss, tapi mengingat buku ini belum terbit di Indonesia jadi gw gak mau terlalu spoiler) juga menyebabkan perbedaan latar belakang tempat di awal novel ini. Sudut pandang Sky akan membawa pembaca ke Paris. Sudut pandang Mimi akan mengarahkan pembaca ke Rio de janeiro dan Sudut pandang Bliss berada di Hamptons (Amerika). Sang penulis, Melissa De La Cruz, menjabarkan ceritanya dengan ringan, santai dan menarik. Walau pun latar belakang tempatnya berbeda-beda tapi pembaca tidak akan kesulitan dan Melissa tidak dengan berlebihan menjelaskan detail tempatnya. So, bisa dibilang penjabaran latar belakang tempatnya pas dan tidak membosankan.

Bagian kedua buku ini menurut gw dimulai saat semua tokoh udah kembali ke New York. Disini romance mulai terasa. Pelan-pelan pelangi dan bunga-bunga mulai bermunculan disana-sini (atau cuma gw aja yang ngerasa kaya gini?!). Bagi para shipper-nya Sky dan Jack (Benjamin “Jack” Force; Abbadon, Angel of Destruction, Twin Angel of the Apocalypse, the Unlikely, Destroyer of Worlds) boleh merasa tegang disini, karena Sky berjanji tidak akan meninggalkan Oliver (Oliver Hazard-Perry; Red Blood; Sky’s Human Familiar) dan upacara bonding Jack dan Mimi akan dimulai. Bagi para shipper-nya Mimi dan Kingsley (gw tunjuk tangan) boleh banget ngerasa geregetan (rasanya gw pengen bikin fanfiction tentang Mimi dan Kingsley yang kawin lari.LOL). Buat para shipper-nya Bliss dan Dylan, well, kalian akan bisa melihat betapa mereka mencintai dan membutuhkan satu sama lain.

Hal yang paling gw suka di buku ke 4 ini adalah cara bercerita penulisnya yang gak ribet. Ceritanya mengalir dengan ‘enak’. Hal positif lainnya adalah penokohan. Tokoh utama dari Blue Blood the series adalah Sky dan Jack, tapi Mellissa sebagai penulis bisa membuat pembaca (gw maksudnya disini) simpati sama tokoh yang lain (atau sindrom second man n second girl gw kambuh lagi).Tidak seperti novel ‘one shot’ yang klimaksnya ada ditengah, novel series punya klimaks di akhir. Diantara novel 1-4, novel ini yang paling emosional buat gw (ok, ini opini personal karena gw cinta banget sama salah satu tokohnya). Dibandingkan novel ke 3, novel ke 4 ini punya lebih sedikit action dan suspense, dan menurut gw inilah kelemahannya. Maunya gw sih porsi Lucifer (the Prince of Heaven; The Morningstar) agak dilebihin sedikit biar makin berasa serunya. Tapi tenang, Lucifer, Leviathan dan para pengikutnya yang lain tetap muncul kok, secara mereka musuh utamanya.

Novel fiksi fantasi gak lengkap kalo gak ada kejutan. Kalau dinovel ke 3 Dylan yang punya peran cukup penting, kali ini Kingsley yang pegang kunci rahasia. Sepanjang novel 1-3 Mellisa terus memotret Kingsley sebagai ‘polisi’-nya para vampire, sebenarnya di novel ke 4 ini Kingsley juga masih disibukkan dengan urusan selidik menyelidiki tapi seiring berkembangnya cerita, pembaca akan menemukan yang lain dari seorang Kingsley. Satu hal lagi, kalau selama ini pembaca selalu berkutat dengan Blue Blood, Silver Blood dan Red Blood, kali ini pembaca akan disuguhkan seorang The watcher.

So, If you have the book then I can say ‘Happy reading’. If you don’t have it, you can always search the ebook on the internet ~^^

PS: Allegra Van Alen (Gabrielle, The Uncorrupted, the Virtuous, the Messenger, Archangel of the Light) will have a comeback here ^_^

3 comments on “Book Review – The Van Alen Legacy (Blue Blood The Series)

    • km blm baca sama sekali? aku pnya PDFnya dari awal sampe akhir (Buku 1 – buku 7), tapi semuanya bhs inggris. Nnti aku kirim k email km. Buku 1 n 2 yg bhs Indonesia udah terbit, tp aku gx punya PDFnya..

      • makasih banget ya udah dikirimin, yg book 7 belom ya? heheh aku sabar menunggu ok. ngomong ngomong kalo baca bukunya bikin ketagihann.. seru banget sampe lupa waktu muehehhehe

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: